KEADILAN atau KRIMINALISASI

Melihat hasil putusan atas Pengadilan Tindak Pidana Ringan (TIPIRING) atas terdakwa petani Kruwuk dengan nama Meseno bin Kusen dan Siswaji Bin Sukadi dengan perkara Pidana No: 72/PID.R/2014/PN.Blt. Dimana keduanya dalam Berita Acara Pemeriksaan, Sangkaan maupun Dakwaannya dinyata telah melakukan penanaman di Lahan Hak Guna Usaha PT. Rotorejo Kruwuk.

Didalam persidangan ada beberapa hal keanehan. Pertama, Sesuai dengan kesepakatan persidangan pertama bahwa Bukti HGU PT. Rotorejo Kruwuk harus berikan oleh pihak perusahaan didepan hakim, ternyata tidak dilakukan. Kedua, Direktur PT. Rotorejo Kruwuk tidak dihadirkan dalam persidangan. Sehingga menghilangkan fakta persidangan yakni bahwa tanah tersebut sejak habisnya HGU yakni pada 31 Desember 2009 telah secara otomatis menjadi Tanah Negara Bebas.

Dalam keterangan Saksi Ahli yang dibawa oleh Pelapor yakni Budi Handojono A. Kasi Sengketa Pertanahan di Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar dan saksi Ahli Tersangka Dr. Iwan Permadi (Direktur Paska Sarjana Fak. Hukum UNIBRAW). Menyatakan bahwa sejak habis HGU (31 Desember 2014), maka tanah tersebut menjadi tanah Negara bebas.

Dengan demikian pelapor Sdr. Syafi’i yang diutus oleh Direktur Perkebunan sudah tidak mempunyai legal standing atas kasus ini. Tetapi ternyata kedua terdakwa dikenakan pidana Kurungan 1 bulan Penjara, namun hal itu tidak perlu dilaksanakan, keduanya mendapatkan hukuman percobaan selama 6 bulan. Keputusan ini dibacakan pada selasa 19 September 2014, di ruang sidang 2 Pengadilan Negeri Blitar. Adapun sebab keduanya bersalah karena MENGELOLA TANAH NEGARA TANPA IJIN DARI NEGARA.

Padahal sejak April 2014, Paguyuban Petani Kelud Makmur telah mendapatkan ijin lisan dari Kepala Wilayah BPN Propinsi Jawa Timur untuk mengelola tanah tersebut, dalam mediasi yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Kab. Blitar.

Bahwa putusan yang berubah dari BAP, Ssangkaan maupun Dakwaan merupakan bentuk Kriminasasi terhadap tersangka. Karena hal itu tidak diperbolehkan oleh Hukum Acara, dimana orang dituduh, disangka dan didakwa Mengelola Tanah Perkebunan, tetapi dalam keputusan dinyatakan Mengelola Tanah Negara tanpa Ijin. Perbedaan tersebut merupakan hal yang tidak wajar dalam persidangan apapun.

Menurut M Yahya Harahap, SH dalam bukunya berjudul “Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP Penyidikan dan Penuntutan”, Edisi Kedua, Penerbit Sinar Grafika, Halaman 387 tentang Perumusan Surat Dakwaan Konsisten dan Sinkron dengan hasil Pemeriksaan di Penyidikan menjelaskan bahwa:

“Rumusan surat Dakwaan harus sejalan dengan hasil pemeriksaan di penyidikan. Rumusan surat dakwaan yang menyimpang dari hasil pemeriksaan penyidikan merupakan surat dakwaan Palsu dan tidak Benar. Surat Dakwaan yang demikian tidak dapat dipergunakan jaksa untuk menuntut terdakwa.
Apabila penyimpangan seperti ini diperkebankan dalam pelaksanaan penegakan hukum, kita telah menghalalkan penuntut umum berbuat sesuka hati mendakwa seseorang atas sesuatu yang tidak pernah dilakukannya. Keleluasaan yang demikian tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Yuridis dan dianggap merupakan PENINDASAN kepada TERDAKWA.”

Kalau begitu, apa yang terjadi dengan Pengadilan Negeri Blitar yang telah memutuskan Meseno bin Kusen dan Siswaji Bin Sukadi bersalah telah menggarap tanah Negara Bebas tanpa ijin. Padahal sejak BAP hingga Dakwaan berisi mengelola tanah perkebunan PT. Rotorejo Kruwuk, merupakan bentuk Kriminalisasi atas Petani.

Namun, pada 22 September 2014, Penasehat Hukum Terdakwa telah menyampaikan Akta Banding dan pada 25 September 2014 sudah menyampaikan Memori Banding ke Pengadilan Negeri Blitar. Maka Keputusan tersebut, belum final dan mengikat. Maka Kita sebagai Petani harus terus berjuang dan terus melipatgandakan tenaga kita untuk menuju Garis Kemenangan.

HIDUP PETANI… !!!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Keadilan Sumber Daya Alam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s