Asset Reform (Bagian 4) KOPERASI KREDIT

Persoalan terbesar setelah mendapatkan Hak atas Tanah sampai kepada sertifikat bagi petani perjuangan salah satunya ialah soal permodalan usaha. Karena selama perjuangan energy termasuk uang sudah habis – bahisan digunakan. Sedangkan lahan yang dimenangkan belum pernah menghasilkan produksi.

Dalam persoalan budaya, mulai tumbuhnya budaya individualis. Dimana sebagian orang menganggap bahwa perjuangan organisasi tani sudah berhenti tatkala tanah berhasil didapatkan. Padahal konsep reforma agrarian, memenangkan tanah hanyalah sebuah jembatan emas menuju keadilan bersama.

Dari sisi eksternal, wilayah yang mendapatkan redistribusi tanah akan menjadi wilayah ekspansi baru bagi lembaga keuangan baik Bank, Koperasi maupun rentenir desa. Keunggulan wilayah ini dibandingkan dengan wilayah desa lain ialah kepemilikan serifikat tanah. Karena banyak wilayah pedesaan yang hanya mempunyai letter C yaitu surat tanada pembayaran pajak, bukan tanda kepemilikan.

Hal ini menyebabkan, banyak wilayah redistribusi tanah yang mengalami rekonsentrasi kepemilikan lahan. Rekonsentrasi kepemilikan lahan tersebut, berawal dari kredit macet yang dialami oleh penerima kredit macet. Untuk kemudian tanah yang diagunankan akhirnya dijual kepada pihak ketiga atau dilelang oleh perbankan.

Guna mencegah hal tersebut terjadi di Kulonbambang, pada Januari 2013 diadakan pelatihan pengelolaan Koperasi Kredit (credit Union) yang diadakan oleh Yayasan Solidaritas Masyarakat Desa bekerjasama dengan Yayasan Cendelaras Jogyakarta. Pelatihan kedua diadakan di Jogyakarta (kantor Cindelaras).

Dalam dua pelatihan tersebut disepakati untuk membentuk Credit Union Paguyuban Warga Tani Kulonbambang (CU PAWARTAKU) pada Sabtu Paheng, 9 Maret 2013. Dibuka dengan acara Selamatan (Kenduri) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PAWARTAKU. Dalam pembentukan tersebut dihadiri oleh Tokoh dan pengurus PAWARTAKU, Warga masyarakat dan Jaringan CU di Blitar.

Sejak berdiri hingga tanggal 31 Desember 2013, CU PAWARTAKU telah mempunyai 142 anggota dan 9 calon anggota. Bisa dikatakan sebagai anggota CU PAWARTAKU jika telah memenuhi syarat sebagaimana AD/ART dan Pola Kebijakan CU PAWARTAKU.

Pendirian CU PAWARTAKU merupakan upaya untuk membentuk lembaga permodalan sendiri bagi petani yang bersifat Sukarela, Mandiri dan berdaulat. Harapan kedepan CU PAWARTAKU ini merupakan bagian penting bagi percontohan CU Komunitas maupun bagi gerakan petani yang bersandar pada Reforma Agraria Sejati.

Adapun laporan keuangan CU PAWARTAKU selama tahun 2013 sebagai berikut:

  1. NERACA

 

No.

ITEM

SALDO

  1. 1.       
 00—Kas

4.620.708,82

 

  PIUTANG CU PAWARTAKU

  01—Pinjaman Uang

42.510.000,00

   

 

  TOTAL AKTIVA

47.130.708,82

   

 

2. PASIVA

 

  UTANG CU PAWARTAKU

 

  Simpanan Anggota

 

  02—Simpanan Pokok

14,075,000.00

  03—Simpanan Wajib

10,842,000.00

  Tabungan Anggota

 

  04—Tabungan SiHemat

3,222,400.00

  05—Tabungan SiPintar

10,094,800.00

  06—Tabungan SiMulyo

4,792,000.00

  Iuran Anggota

  07—Iuran Perabot

600,000.00

  08—Iuran Buku

116,000.00

  09—Iuran Solduka

650,000.00

  10—Iuran Pendidikan

150,000.00

  Pendapatan Operasional

  Bunga Pinjaman Uang

  11—Bunga Pinjaman Uang

4,887,000.00

  Pendapatan Lainnya

  12—Pendapatan Administrasi

00,00

  13—Penjualan Barang

00,00

  14—Pendapatan Jasa

825,000.00

  15—Pendapatan Denda

90.000,00

 

  RUGI LABA

16—Rugi Laba

2,588,508.82

Total PASSIVA

47.130.708,82

 2. LAPORAN LABA RUGI

 

No

ITEM

JUMLAH

     
1 PENDAPATAN  
  PENDAPATAN OPERASIONAL  
  01—Bunga Pinjaman Uang

4.887.000,00

  PENDAPATAN LAINNYA  
  02—Pendapatan Administrasi

00,00

  03—Penjualan Barang

00,00

  04—Jasa Pelayanan

825.000,00

  05—Pendapatan Denda

90.000,00

  TOTAL PENDAPATAN

5.802.000,00

   

  BIAYA

  BIAYA OPERASIONAL

  06—Pemberian Bunga Pinjaman Uang

  07—Pemberian Bunga Simpanan Pokok

973.139,00

  08—Pemberian Bunga Simpanan Wajib

428.227,00

  09—Pemberian Bunga SiHemat

77.370,00

  10—Pemberian Bunga SiPintar

326.800,00

  11—Pemberian Bunga SiMulyo

149.955,00

 

  BIAYA NON OPERASIONAL

  12—Biaya Rapat

1.000.000,00

  13—Akomodasi

  14—Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

  15—Peningkatan Kapasitas

100.000,00

  16—Jamuan Tamu

  17—Telepon dan Listrik

  18—Insentip

  19—Pengadaan Alat – Alat

27.000,00

  20—Biaya Pembiayaan

  21—Beban Sekretariat

131.000,00

  TOTAL BIAYA

3.213.491.00

   

 

  LABA/RUGI

2.588.509.00

 

  1. PENGGUNAAN SHU

Sesuai dengan Pola Kebijakan tahun 2013, maka pembagian Surplus Hasil Usaha adalah 25% untuk pembangunan desa. Sedangkan 75% untuk pengurus. Sehingga mendapatkan hasil sebagai berikut.

 

No

TOTAL SHU

Pembagian SHU

Total

1

2,588,509.00

Pembangunan 25%

647,127.25

2

Pengurus 75%

1,941,381.75

2,588,509.00

 

 

Memang harus diakui bahwa, CU PAWARTAKU belum mampu memenuhi kebutuhan permodalan petani Kulonbambang. Tetapi keberadaan CU paling tidak telah menjawab sebagian kebutuhan permodalan kawan – kawan petani di Kulonbambang.

Rapat Anggota Tahunan (RAT) Credit Union PAWARTAKU akan diselenggarakan pada tanggal 15 Februari 2014 di sub Kampung Tlogorejo, dusun Kulonbambang. Menurut rencana akan dating beberapa CU Komunitas dari Jogyakarta, Yayasan Cendelaras dan Jaringan dari Organisasi Tani Lokal Paguyuban Petani Aryo Blitar dan KPA Wilayah Jawa Timur.

Keberadaan CU PAWARTAKU juga merupakan sebuah usaha bersama untuk menuju kesejahteraan bersama – sama. Juga merupakan usaha untuk menuju lembaga keuangan yang berdaulat dan dimiliki oleh Petani itu sendiri.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Keadilan Sumber Daya Alam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s