Asset Reform (Bagian 1): PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

pusdikReforma agraria tidak hanya selesai saat tanah yang diperjuangkan sebagai hak petani yang dlu pernah dirampas orang lain sudah kembali. Tidak selesai saat program landreform sudah dilaksanakan. Reforma agraria merupakan gabungan dari landreform (asset reform) dan acces reform. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Menjalankan salah satunya, tidak akan merubah kemiskinan secara radikal menjadi kesejahteraan. Tanah ataupun sumber agraria yang lain merupakan hal yang pokok dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Karena sumber agraria (termasuk tanah) merupakan hal yang utama sebagai alat dan juga sumber budaya dalam setiap komunitas dan bangsa. Sehingga menjalankan acces reform semata tidak akan cukup, karena hak milik, dan penguasaan atas sumber agraria juga dibutuhkan oleh rakyat kecil ditengah kuatnya corporasi dan negara.

Sedangkan pelaksanaan landreform semata hanya akan menjadikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah. Sementara rakyat tidak mempunyai modal, kemampuan teknik untuk mengelola sumber agraria. Sehingga kepemilikan sumber agraria hanya akan menjadikan kepastian hukum untuk menjadi komoditas, yang berakibat rakyat tidak dapat memanfaatkannya menjadi sumber bagi kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Untuk kemudian tanah tersebut dijual, dan kemudian terjadi dekonsentrasi kepemilikan sumber agraria kembali.

Untuk itu, setelah mendapatkan tanah setelah 12 tahun berjuang, petani Kulonbambang yang tergabung dalam Paguyuban Warga Tani Kulonbambang (PAWARTAKU). Pembagian sertifikat landreform sendiri sudah dilaksanakan pada 5 April 2012 kemaren. PAWARTAKU membangun Pusat Pendidikan dan Pelatihan Petani (PUSDIKLAT).

PUSDIKLAT sendiri bertujuan sebagai tempat pertemuan masyarakat/anggota PAWARTAKU, sebagai tempat pendidikan dan pelatihan bagi anggota organisasi. Selain itu, tempat ini juga digunakan sebagai tempat untuk melakukan pendidikan bagi seluruh organisasi petani di Indonesia maupun gerakan lainnya (mahasiswa, buruh, pemuda dll).

Keberadaan PUSDIKLAT diatas tanah Kolektif yang dimiliki oleh PAWARTAKU ini juga sebagai tempat untuk menyusun rencana kedepan soal tata usaha, tata kelola dan tata niaga bagi hasil tanaman yang ada diatas tanah redis ini.

Keberadaan PUSDIKLAT sangat penting bagi perkembangan organisasi kedepan dalam mengawal proses acces reform yang dilaksanakan demi tercapainya tujuan Mulia yakni Petani yang berdaulat.

Pusdiklat sendiri berada dilingkungan Bambang, dusun Kulonbambang, berada 1050 mdpl. Suasana yang dingin, tenang, dan suasana pedesaan menjadikan tempat ini sangat pas untuk pelatihan. Sudah dibangun satu rumah dan satu tempat pertemuan (balai pertemuan), dari 3 ruang pertemuan dan 7 rumah yang direncanakan.

Selain itu, rencananya Pusdiklat ini juga akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pelatihan. Mulai dari sarana untuk pelatihan pembuatan bibit, pupuk organik. selain itu dilengkapi dengan sarana out bound.

Semoga dengan adanya pusdiklat ini, akan muncul ide – ide pembaruan agraria baik di Kulonbambang dan di Indonesia. Selain itu, juga akan memunculkan aktivis – aktivis yang akan berjuang untuk masyarakat yang dikatakan marjinal.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Keadilan Sumber Daya Alam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s