MILITERISME: Bersenjata Mengamankan Modal

 

 

Pegunungan Nyamil di Kabupaten Blitar yang berada di wilayah 3 desa yakni Desa Serang kecamatan Panggungrejo, desa Ngeni dan desa Ngadipuro kecamatan Wonotirto. Merupakan bekas perkebunan di jaman Belanda sesuai dengan hak Erp. Ver. No . 155, 156, 194, 195, 196, 209, 210. Kemudian di jaman kemerdekaan, saat repulik melakukan nasionalisasi aset. Perkebunan ini dikelola oleh Pusat Koperasi Angkatan Darat (PUSKOPAD).

 

Saat ini, wilayah bekas perkebunan yang berstatus sebagai tanah negera bebas, sedang menjadi objek sengketa. Dimana masyarakat yang berada di ketiga desa meminta tanah ini untuk diredis dan dijadikan sebagai lahan pertanian berkelanjutan. Hal ini demi mengangkat taraf hidup masyarakat di sekitarnya. Karena pada prinsipnya sumber agraria dikuasasi oleh negara, demi kesejahteraan bersama (UUD’1945 pasal 33). Sekaligus sebagai bentuk menjaga fungsi sosial tanah (untuk menjaga tingkat keseburannya sebagaimana penjelesan UUPA pasal 6 (enam).

 

Namun disisi lain, PUSKOPAD yang tidak mempunyai selembar suratpun berkaitan dengan hak atas tanah tersebut, tetap bercongkol di wilayah ini dengan dalih menjaga keamanan tanah negara. Namun dalam prakteknya PUSKOPAD ataupun oknumnya menyewa – menyewakan lahan ini kepada PT. Kantah Timur. Sewa tanah seluas 1700 Ha ini tidak ketahui jumlahnya dan uangnya masuk kemana.

 

Padahal berdasarkan Undang – Undang tentang Tentara nasional Indonesia dikatakan bahwa sumber pendapatan TNI hanya berasal dari APBN. Ini untuk menjaga netralitas dan profesionalisme tentara dalam menjalankan tugasnya menjaga kedaulatan negara.

 

Praktek di lapangan menunjukkan bahwa anggota TNI yang berada di perkebunan Nyamil, lebih tepat disebut sebagai Centeng dari perusahaan dibandingkan dengan menjaga keamanan tanah negara bebas tersebut.

 

Oknum TNI bersama dengan keamanan perkebunan sering mengumpulkan masyarakat di ketiga desa ini untuk dimintai uang sewa lahan karena masyarakat juga ikut menanam di tanah negara tersebut. Uang sewa akan masuk ke dalam perusahaan karena perusahaan telah menyewa tanah tersebut kepada PUSKOPAD.

 

Tentu saja, hal tersebut ditolak oleh Petani, karena petani di ketiga desa telah mendapatkan rekomendasi dari bupati nomor 590/483/409.011/2010, bertanggal 22 September 2010, yang berisi, Pemerintah Daerah sepakat tanah tersebut diredistribusikan kepada petani. Sedangkan pihak PUSKOPAD tidak membunyai dasar hukum apapun dalam menguasai tanah tersebut.

 

Arogansi Centeng perusahaan (baca Anggota TNI) tersebut terlihat pada tanggal 19 Desember 2012, dimana anggota bernama Tm, Tmn, Drd, Nh dan satu yang tidak diketahui namanya, melarang masyarakat menanam pohon sengon di bekas perkebunan ini. Padahal musim hujan sebelumnya mereka menjaga buruh PT. Kantah Timur yang melakukan penanaman pohon Jabon dan Sengon di lahan yang sama.

 

Kemudian pada tanggal 21 Desember 2012 sore hari 5 orang dimana yang 3 memakai pakaian TNI dan 2 orang berpakaian Preman melakukan pencabutan terhadap tanaman Sengon yang ditanam oleh masyarakat ini.

 

Lalu apa Bedanya antara Tanaman sengon yang ditanam oleh masyarakat dengan tanaham Jabon dan Sengon yang ditana oleh PT. Kantah Timur?

 

Padahal pendanaan TNI secara kelembagaan, diambil dari APBN yang 70% nya merupakan pajak dari rakyat. Atau karena PT. Kantah Timur menyetorkan sejumlah uang kepada PUSKOPAD dan TNI yang bekerja disana untuk mengamankan tanaman PT. Kantah Timur sehingga penjagaan hanya dilakukan terhadap tanaman PT. Kantah Timur?

 

Kalau memang demikian, Penjaga Kedaulatan Negara ini (TNI) telah merobohkan kedaulatan negara ini dengan memberikan kedaulatan kepada perusahaan yang mempunyai uang bukan kepada rakyat biasa. Dimana ulah PUSKOPAD tersebut juga semakin memperuncing permaslahan di lapangan karena ternyata alat negera ini justru tidak pernah melakukan pembelaan terhadap rakyatnya.

 

Selain itu, ancaman yang dilakukan oleh PUSKOPAD terhadap Petani pada tanggal 19 Desember 2012 an pencabutan tanaman Sengon pada tanggal 21 Desember 2012 merupakan ancaman bagi pelanggaran Hak Asasi Manusia.

 

Karena sebelumnya juga pernah Onum TNI yang bernama TM melakukan penodongan senjata api kepada petani yang sedang menggarap lahannya. Awal 2012, Pernah juga hampir bentrokan antara aparat Pertanahan ini dengan Petani. Untuk itu, guna mencegah terjadinya tindakan yang sewenang – wenang dari aparat Pertahanan perlu adanya peringatan keras kepada PUSKOPAD secara kelembagaan dan kepada Oknum tentara yang berada di wilayah ini.

 

Adapun Hak Asasi Manusia  yang dilanggar ataupun kemungkinan akan dilanggar:

  1. Hak Untuk Hidup dilindungi oleh UUD’45 pasal 28A dan pasal 28B ayat (2)
  2. Hak untuk memperjuangankan Hak secara kolektif, demi kepentingan masyarakat bangsa dan negara sesuai pasal 28C ayat (2)
  3. Hak untuk mendapatkan rasa aman, baik secara individu, keluarga maupun masyarakat (pasal 28G ayat (1))
  4. Hak Untuk Memperoleh Kehidupan Yang Layak dilindungi oleh UUD’45 pasal 28H ayat (1)

  

 

Untuk itu kami menutut:

  1. Pemberian Perlindungan atas Hak Asazi Manusia dalam hal ini Petani
  2. Peringatan kepada Oknum TNI (PUSKOPAD) yang bertugas di wilayah tersebut untuk tidak sewenang – wenang terhadap petani.
  3. PT. Kantah Timur harus segera diusir dari bekas perkebunan Nyamil, karena tidak mempunyai dasar hukum penguasaan dan menimbulkan keributan, kekacauan, dan ancaman bagi masyarakat sekitar.
  4. Oknum TNI yang melakukan ancaman – ancaman tersebut, harus diproses secara hukum
  5. Segera Redistribusikan tanah bekas perkebunan Nyamil.

 

 

 

 

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Keadilan Sumber Daya Alam. Tandai permalink.

Satu Balasan ke MILITERISME: Bersenjata Mengamankan Modal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s